Kamis, 11 Februari 2010

Sudahkah Doa-doa Kita Menjadi Senjata?

“Doa adalah senjata seorang muslim, tiang penyangga agama, serta lentera langit dan bumi.” [HR. Al Hakim]

“Kehati-hatian tidak akan menggagalkan takdir, dan doa berguna untuk musibah yang sudah menimpa atau belum menimpa. Jika bala’ menimpa, maka doa akan menghadangnya dan akan bertarung sampai hari kiamat.” [HR. Al Hakim]



“Doa seorang hamba akan terkabulakan selagi ia tidak tergesa-gesa, yaitu saat ia berkata, ‘Aku sudah berdoa tapi tidak dikabulkan.” [HR. Bukhari]

Khalifah Umar bin Khathab pernah berkata terkait dengan doa ini. Katanya, “Kalian tidak menang karena jumlah kalian banyak, akan tetapi kemenangan kalian datang dari langit.”

Dalam kesempatan yang lain, Umar berkata, “Aku tidak membawa semangat dikabulkannya doa, akan tetapi aku membawa semangat untuk selalu berdoa. Jika aku dikaruniai kesempatan untuk berdoa, maka sesungguhnya aku dikaruniai terkabulnya doa.” [Ibnu Qoyyim Al Jauziyah, Penawar Hati yang Sakit]

Imam Ahmad menyebutkan sebuah atsar dalam kitab Az Zuhd, “Aku, Allah tidak ada Tuhan selain Aku. Jika Aku ridha kepada seseorang maka akan Aku beri berkah [segala macam kebaikan] dan keberkahan-Ku tidak ada batasnya. Jika Aku marah, laknat-Ku sampai tujuh turunan.” [HR. Ahmad]

Saudaraku…
Apa yang bisa kita petik dari sepenggal keterangan di atas?
Sungguh, jika kita mau muhasabah dengan jujur dan penuh keikhlasan, mungkin kita belum termasuk seperti Umar bin Khathab yang tidak mengharapkan doa-doanya dikabulkan. Yang ia harapkan dari Allah adalah diberinya karunia untuk selalu semangat dalam berdoa. Dengan diberi karunia untuk selalu berdoa, bagi Umar, justru doa-doanya sudah dikabulkan oleh Allah Yang Maha Mengabulkan segala doa.
--------------
Lalu bagaimana dengan kita saudaraku…
Jujur, kita masih jauh…masih jauh dari mempunyai semangatnya berdoa…
Dalam setiap doa-doa yang kita panjatkan, kita selalu berharap agar doa-doa kita segera dikabulkan oleh Allah Azza wa Jalla..

Dalam setiap doa-doa yang kita panjatkan, kita masih menyimpan berjuta harapan agar apa yang menjadi asa kita selama ini dikabulkan….
Sadarkah kita…bahwa cara kita berdoa dengan harapan agar doa-doa kita segera dikabulkan merupakan suatu ketidakbaikan?

Mengapa? Karena seharusnya, sebagai seorang hamba, tugas kita hanya berdoa, berdoa dan terus berdoa…
Masalah dikabulkan atau tidak, itu bukan urusan kita
Dikabulakan atau tidak adalah urusan Dzat Yang Maha Tinggi. Dia-lah yang berhak mengabulkan setiap doa hamba-Nya. Di tangan-Nya-lah segala pengabulan. Dia pasti akan mengabulkan doa setiap hamba yang mendoa hanya kepada-Nya.

Jadi saudaraku….
Meski secara dzahir [nyata], kita merasa doa-doa kita belum dikabulkan, tapi sadarilah bahwa dengan istiqomahnya kita berdoa dalam situasi apa dan bagaimanapun, ini sudah merupakan satu bukti dikabulkannya doa-doa kita…

Ingat…
Doa yang dipanjatkan setiap hamba kepada Rabb alam semesta ini pasti dikabulkan oleh-Nya. Jika doa-doa kita tidak dikabulkan saat ini juga, berarti akan dikabulkan-Nya kelak di akhirat. Tetapi, jika tidak juga dikabulkan di akhirat, pasti Dia sudah memberikan kita kebaikan sebagai pengganti terkabulnya doa-doa yang kita panjatkan.

Lalu saudaraku…
Jadikanlah doa-doa yang kita panjatkan adalah doa-doa yang penuh dengan bobot keimanan….Jadikanlah setiap doa yang kita panjatkan kepada-Nya adalah doa-doa yang banyak mengandung kemaslahatan bagi Islam dan muslimin, bukan hanya sekedar doa untuk diri pribadi dan keluarga atau golongan.

Karena itu, berdoalah, dan jangan pernah berhenti berdoa. Karena dengan istiqomahnya kita berdoa, sesungguhnya itu satu bukti doa-doa kita telah dijawab oleh Allah SWT.
-------------

Cls, 9 rabiul akhir 1426 h

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selama anda membaca tulisan dalam blog ini, maka silahkan komentari.